adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan Kabupaten Tulungagung berada di Kecamatan Tulungagung. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
Lambang Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung
di Jawa Timur
Koordinat: 111,43°-112,07°8 BT dan 7,51°-8,08° LS
TULUNGAGUNG memiliki banyak ciri khas antara lain wisata budaya, wisata kuliner , dan pariwisata
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan ciri khas dari kabupaten TULUNGAGUNG .
Wisata Budaya
Tulungagung memiliki beberapa kesenian khas yang bisa dijadikan magnet untuk mengangkat pariwisata Tulungagung, di antaranya:
1.REOG KENDANG
Reog kendang adalah kesenian tradisional dari Kabupaten Tulungagung yang berbeda dengan reog lainnya. Sebenarnya Reog kendang lebih mirip pada kumpulan penari jenis alat musik tifa atau jimbe yang di padukan dengan kesenian jaranan, karena dalam bahasa jawa bernama kendang. Di tempat lain, kesenian serupa bernama reog dogdog dari sunda, reog Cemandi dari Sidoarjo dan reog bulkio dari Blitar
2.TIBAN
Ritual Tiban atau tari Tiban berasal dari kata dasar “tiba” bahasa Jawa yang berarti “jatuh”. Tiban mengandung arti timbulnya sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Dalam konteksnya dengan peristiwa tersebut, maka tiban di sini menunjuk kepada hujan yang jatuh dengan mendadak terjatuh dari langit. yang dalam percakapan sehari-hari disebut udan tiban, udan = hujan
Tiban merupakan tari atau ritual rakyat yang turun temurun menjadi bagian kebudayaan masyarakat Tulungagung. Tari Tiban selalu dipertujukkan saat musim kemarau. Tarian tiban adalah sebuah permintaan permohonan kepada yang maha kuasa berharap untuk diturunkanya hujan. Ada makna dalam dibalik ritual tarian tiban yaitu sebuah harapan sebuah pesan yang luhur demi lestarinya alam. Bukanlah kekerasan yang ditonjolkan melainkan nilai-nilai luhur atau sebuah pesan untuk menjaga keseimbangan alam.
3.MANTEN KUCING
Wisata Budaya yang unik yang hanya ada di Kabupaten Tulungagung
"Manten Kucing
Manten Kucing merupakan tradisi yang sudah ada di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung sebelum tahun 1926. Merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun menurun dari nenek moyangnya.
Tradisi Manten Kucing merupakan tradisi memohon hujan ketika terjadi musim kemarau panjang pada daerah tersebut. Mempunyai tata cara tersendiri dalam upacaranya, tetapi tidak meninggalkan kesan sakral.
Prosesi “Temanten Kucing” diawali dengan mengirab sepasang kucing jantan dan betina berwarna putih yang dimasukkan dalam keranji.
Dua ekor kucing itu dibawa sepasang “pengantin” laki-laki dan wanita. Setelah itu kedua kucing dimandikan
Usai dimandikan, kedua kucing diarak menuju lokasi pelaminan. Di tempat yang sudah disiapkan aneka sesajian itu, pasangan kucing jantan dan betina itu “dinikahkan”. Sepasang laki-laki dan perempuan yang membawa kucing, duduk bersanding di kursi pelaminan. Upacara pernikahan ditandai dengan pembacaan doa-doa yang dilakukan sesepuh desa setempat. Tak lebih dari 15 menit, upacara pernikahan pengantin kucing usai.
Setelah upacara Manten Kucing selesai, warga biasanya akan berebutan mengambil atau membasuh muka dengan air bekas memandikan kucing itu. Mereka percaya, bahwa dengan membasuh muka dengan air tersebut, mereka akan mendapatkan berkah.
PARIWISATA DI TULUNGAGUNG
1.KEDUNG TUMPANG
Kedung Tumpang merupakan sebuah pantai yang terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pantai ini dikenal dengan salah satu pantai dengan adanya karang-karang dan tebing yang terjal yang dapat menjadi salah satu hal untuk menarik wisatawan. Selain itu, dengan adanya ceruk (lekukan yang berbentuk seperti kolam) di tengah karang-karang tersebut, wisatawan dapat menggunakannya untuk berenang. Penduduk di sekitar lokasi tersebut kadang kala menyebut kolam itu dengan kedung atau lubuk atau bagian sungai yang dalam.
Selain untuk berwisata, wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut dapat pula mendirikan perkemahan di area parkir. Lokasi perkemahan ini sangat cocok untuk menikmati suasana laut luas, bahkan kadang kala melihat lumba-lumba yang sedang berada di dekat pantai tersebut.
Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengunjung harus melalui Blitar atau Kediri, atau untuk rute termudah dapat melalui Kota Tulungagung.
2.JURANG SENGGANI
Wana wisata Jurang Senggani di Tulungagung menjadi destinasi wisata baru yang menyajikan keasrian dan kesejukan alam khas pegunungan. Tidak hanya itu, wana wisata yang terdapat di lereng gunung wilis ini juga menyajikan berbagai spot foto yang menarik untuk dinikmati.
Obyek wisata baru ini terletak 30 kilometer barat laut dari pusat Kota Tulungagung, tepatnya di Desa Nglurup Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Wana Wisata ini menyajikan hutan dengan hiasan ribuan pohon pinus yang menjulang. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan hawa dingin pegunungan.
Pada lahan seluas 6,2 hektar ini, pengunjung dengan mudah menemukan lokasi foto yang menarik. Baik untuk sekedar mengisi timeline media sosial, maupun untuk keperluan foto yang lain.
4.BUKIT JODHO
Sumber video :pribadi
Wisata alam saat ini mulai digemari oleh masyarakat. Sejumlah daerah pun menggalakkan spot wisata alam, untuk menarik wisatawan datang ke wilayahnya. Salah satunya Wana Wisata Bukit Jodho di Desa Pakisrejo Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.
Bukit Jodho memiliki sejumlah spot untuk swafoto dengan latar belakang kota Tulungagung. Wisata alam ini dikelola Perum Perhutani dengan Badan USaha Milik Desa setempat. Wisatawan bisa menikmati keindahan alam pegunungan dan mengabadikannya dengan berfoto ria.
Wana wisata Bukit Jodho ini merupakan metamorfose dari Bukit Jomblo. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari derah lain.
Wisata alam ini terletak di petak 9N RPH dan BKPH Campurdarat. Dengan hamparan hutan jati seluas 11 hektar, perjalanan anda akan terasa menyenangkan. Hanya butuh waktu 5 menit dari bawah bukit untuk tiba di atas Bukit Jodho. Wisatawan bisa menikmati kota Tulungagung, Gunung Wilis dan Gunung Budheg.
Menurut Kepala BKPH Campurdarat, Sachur Rochman, wisata alam yang dikelola Perhutani bekerjasama dengan BUM Desa Pakisrejo menyajikan spot untuk swafoto wisatawan.
WISATA KULINER
1.KOPI CETHE
Kopi Cethe, ampas kopi yang dijadikan bahan pengoles rokok agar memiliki aroma yang lebih sedap.
2.Nasi Lodho Tulungagung
sebenarnya kuliner ini mirip dengan kare ayam, hanya saja ayamnya dipanggang/diasap terlebih dulu dan disajikan bersama nasi/tiwul (tiwul adalah nasi yang terbuat dari gaplek/singkong) dengan pelengkap gudhangan (kudapan) sayur-sayuran, namun dalam perkembangannya lebih banyak yang disajikan (warung kaki lima) serupa dengan kare ayam. Lodho Tulungagung dibedakan dalam 2 genre,yaitu Lodho kuah kental dan encer, kekentalannya berasal dari konsentrasi santan, biasanya rasanya pedas,ayamnya ayam kampung.
3.Kerupuk Rambak Tulungagung
kerupuk yang terbuat dari kulit sapi/kerbau serupa kerupuk jangek di Padang-Sumatra Barat namun dengan karakter yang lebih renyah, sentra industri kerupuk ini ada di seputaran Botoran Panggungrejo kota, Sembung tulungagung
Dan itulah sebagian keanekaragaman beberapa ciri khas di daerah Tulungagung dan masih banyak lagi yang lainya
Sekian terima kasih.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar